Archivist (Arsiparis): Apa itu Archivist (Arsiparis), Skill, Gaji, Karir dan Peluang Kerja

All About Archivist (Arsiparis)

Arsiparis (Archivist) adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menjaga berbagai jenis arsip atau dokumen yang berharga. Tugas utama seorang archivist adalah mengatur, mengelola, dan melestarikan arsip agar mudah diakses dan menggunakan strategi yang tepat untuk menjaga keaslian dan keutuhan dokumen.

Archivist biasanya bekerja di lembaga atau institusi yang memiliki koleksi arsip besar seperti perpustakaan, museum, arsip nasional, perusahaan, atau lembaga pemerintah. Mereka menggunakan sistem pengindeksan dan katalogisasi yang efisien untuk memastikan arsip dapat ditemukan dengan mudah oleh pengguna.

Kemampuan yang diperlukan untuk menjadi seorang archivist meliputi keahlian dalam pengelolaan arsip, pemahaman tentang etika dan regulasi arsip, serta keterampilan dalam penggunaan teknologi informasi. Archivist juga harus memiliki kemampuan analitis, kerja sama tim, dan ketelitian yang tinggi.

Peran archivist sangat penting dalam memperoleh, memelihara, dan memastikan keberlanjutan warisan budaya dan sejarah. Dengan keahlian mereka dalam melestarikan dan menjaga dokumen bersejarah, archivist dapat membantu menyediakan akses ke pengetahuan dan wawasan bagi masyarakat saat ini dan untuk generasi mendatang.

Archivist (Arsiparis)

– Archivist (Arsiparis) –

Photo by Centre for Ageing Better on Unspash

Tugas Archivist (Arsiparis)

Apa tugas Archivist (Arsiparis)?

Seorang Archivist (Arsiparis) memiliki tugas dan tanggung jawab yang penting dalam mengelola dan menjaga keberlanjutan arsip organisasi atau lembaga. Tugas seorang Archivist meliputi:

  1. Pengumpulan dan Pemeliharaan Arsip: Archivist bertanggung jawab untuk mengumpulkan, menyortir, dan mengidentifikasi bahan yang berharga dan relevan untuk diarsipkan. Mereka juga harus memastikan bahwa arsip tetap terjaga dengan baik untuk menghindari kerusakan atau kehilangan.
  2. Penyusunan dan Klasifikasi Arsip: Archivist harus mampu menyusun dan mengelompokkan arsip sesuai dengan sistem klasifikasi yang telah ditentukan. Mereka harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai metode dan standar pengorganisasian arsip.
  3. Pengelolaan Aksesibilitas dan Privasi: Archivist harus menjaga agar arsip tetap mudah diakses oleh pihak yang berwenang, namun juga melindungi privasi dan kerahasiaan informasi yang sensitif.
  4. Pengembangan Kebijakan dan Prosedur: Archivist harus dapat mengembangkan kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan pengelolaan arsip, termasuk kebijakan retensi dan pembuangan arsip yang tidak lagi relevan.
  5. Penyediaan Layanan Referensi: Archivist juga harus siap memberikan bantuan dan informasi kepada pengguna arsip yang membutuhkan, seperti peneliti, mahasiswa, atau staf internal.
  6. Konservasi dan Restorasi: Archivist bertanggung jawab untuk melindungi dan memulihkan arsip yang terkena kerusakan, baik karena usia, kondisi penyimpanan yang buruk, atau bencana alam.

Tugas-tugas ini menggarisbawahi peran penting seorang Archivist dalam menjaga warisan sejarah, budaya, dan administratif suatu organisasi secara berkelanjutan dan teratur.

Teknologi yang Digunakan

Tools dan teknologi apa yang digunakan oleh Archivist (Arsiparis)?

Archivist (Arsiparis) adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam mengelola dan melestarikan arsip atau dokumen penting dalam suatu organisasi atau lembaga. Untuk menunjang pekerjaan mereka, Archivist (Arsiparis) menggunakan berbagai teknologi, antara lain:

  1. Sistem Manajemen Arsip Elektronik (Electronic Records Management System): Sistem ini memungkinkan Archivist (Arsiparis) untuk menyimpan, mengatur, dan mencari dokumen dalam bentuk elektronik. Dengan adanya sistem ini, mereka dapat dengan mudah melacak dan mengelola arsip digital yang ada di dalam organisasi.
  2. Optical Character Recognition (OCR): OCR adalah teknologi yang dapat mengenali teks yang ada dalam dokumen yang di-scan. Archivist (Arsiparis) dapat menggunakan OCR untuk membantu dalam pengindeksan dan pencarian dokumen elektronik lebih efisien.
  3. Sistem Penyimpanan Cloud (Cloud Storage System): Archivist (Arsiparis) dapat menggunakan sistem penyimpanan cloud untuk menyimpan arsip elektronik. Dengan menyimpan arsip di cloud, mereka dapat mengaksesnya dari mana saja dan kapan saja dengan menggunakan perangkat yang terhubung ke internet.
  4. Digital Asset Management System: Sistem manajemen aset digital dapat digunakan oleh Archivist (Arsiparis) untuk mengelola dan mengatur berbagai jenis media digital seperti foto, video, dan suara. Dengan sistem ini, mereka dapat menyimpan dan mencari kembali aset digital dengan mudah.
  5. Database Management System: Archivist (Arsiparis) juga menggunakan sistem manajemen database untuk menyimpan dan mengatur metadata atau informasi yang terkait dengan arsip. Sistem ini memungkinkan mereka untuk mencari dan menyortir arsip berdasarkan kriteria tertentu seperti tanggal, kategori, atau jenis dokumen.

Selain teknologi-teknologi tersebut, Archivist (Arsiparis) juga dapat menggunakan perangkat keras seperti scanner, printer, dan penyimpanan fisik dalam bentuk rak atau lemari arsip untuk menyimpan dokumen fisik yang masih diperlukan atau tidak dapat di-digitalisasi.

Gaji

Berapa gaji Archivist (Arsiparis)?

Archivist atau arsiparis adalah seorang profesional yang bertugas untuk mengorganisir, memelihara, serta memproses arsip atau dokumen penting dalam berbagai bentuk seperti tulisan, foto, rekaman, dan sejenisnya. Mereka bertanggung jawab untuk mengatur dan mengelola arsip agar mudah diakses dan dapat dipertahankan dalam kondisi yang baik.

Gaji seorang archivist dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti pengalaman, tingkat pendidikan, lokasi geografis, serta tempat kerja. Namun, berdasarkan data rata-rata, gaji seorang archivist di Indonesia adalah sekitar Rp5.000.000 hingga Rp10.000.000 per bulan.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat gaji seorang archivist:

  1. Tingkat Pendidikan: Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seorang archivist, biasanya semakin tinggi pula gaji yang diterima. Misalnya, seorang archivist dengan gelar master mungkin memiliki peluang untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi daripada mereka yang hanya memiliki gelar sarjana.
  2. Pengalaman: Semakin banyak pengalaman yang dimiliki oleh seorang archivist, semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Pengalaman kerja yang lebih lama juga dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam menentukan tingkat gaji.
  3. Lokasi Geografis: Gaji seorang archivist juga dapat dipengaruhi oleh lokasi geografis tempat mereka bekerja. Pada umumnya, di daerah yang memiliki biaya hidup yang lebih tinggi, gaji seorang archivist juga akan cenderung lebih tinggi.
  4. Tempat Kerja: Gaji seorang archivist juga dapat berbeda tergantung pada tempat kerja. Misalnya, archivist yang bekerja di pemerintahan atau lembaga yang terkait dengan sejarah mungkin memiliki gaji yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang bekerja di sektor swasta.

Namun, penting untuk dicatat bahwa gaji hanya salah satu faktor dalam mempertimbangkan karir sebagai archivist. Selain gaji, faktor lain seperti kepuasan pekerjaan, tantangan, dan peluang pertumbuhan karir juga perlu dipertimbangkan dalam memilih profesi sebagai archivist.

Skill dan Kemampuan

Skill/kemampuan apa yang harus dimiliki oleh Archivist (Arsiparis)?

Sebagai seorang Archivist (Arsiparis), ada beberapa kemampuan (skill) yang harus dimiliki. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Pemahaman tentang arsip: Seorang Archivist harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang pengelolaan dan pemeliharaan arsip. Mereka harus memahami struktur arsip, metode pengorganisasian, serta prinsip dan standar dalam pengelolaan arsip.
  2. Kemampuan riset dan penelitian: Archivist sering kali harus melakukan riset dan penelitian untuk menemukan informasi yang relevan dalam arsip. Mereka harus memiliki keterampilan dalam mengumpulkan data, menganalisis informasi, serta menggunakan sumber daya arsip dengan efektif.
  3. Kemampuan organisasi: Seorang Archivist harus memiliki kemampuan organisasi yang baik. Mereka harus dapat mengatur dan mengelola arsip dengan rapi, serta membuat sistem yang efisien untuk mengakses dan menyimpan informasi.
  4. Kemampuan analitis: Archivist harus dapat menganalisis informasi dalam arsip untuk mengidentifikasi pola, tren, atau hubungan yang relevan. Mereka juga harus bisa mengidentifikasi keberadaan informasi yang hilang atau bermasalah dalam arsip.
  5. Kemampuan komunikasi: Seorang Archivist harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Mereka harus bisa berkomunikasi dengan jelas dan efektif baik secara lisan maupun tertulis untuk menjelaskan informasi arsip kepada pemangku kepentingan yang berbeda.
  6. Kemampuan teknologi informasi: Saat ini, teknologi informasi memainkan peran penting dalam pengelolaan arsip. Seorang Archivist harus mampu menggunakan perangkat lunak dan aplikasi pengelolaan arsip yang canggih serta memiliki pemahaman tentang perkembangan terbaru di bidang teknologi informasi.

Pengetahuan dan Soft Skill

Pengetahuan/knowledge apa yang harus dimiliki oleh Archivist (Arsiparis)?

Seorang Archivist (Arsiparis) perlu memiliki pengetahuan yang mendalam tentang berbagai aspek terkait pengelolaan dan pemeliharaan arsip. Berikut adalah pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang Archivist:

  1. Pemahaman tentang prinsip-prinsip arsipologi: Seorang Archivist harus memiliki pengetahuan yang kuat tentang prinsip-prinsip arsipologi, termasuk pengorganisasian, pengindeksan, dan penggolongan arsip. Mereka harus paham tentang jenis-jenis dokumen arsip, terminologi yang digunakan dalam arsipologi, serta standar-standar yang berlaku dalam bidang tersebut.
  2. Pengetahuan tentang sistem manajemen arsip: Seorang Archivist harus memahami berbagai sistem manajemen arsip yang digunakan dalam pengelolaan arsip, termasuk sistem pengindeksan, pencarian, dan penyimpanan arsip. Mereka harus bisa mengembangkan dan mengimplementasikan sistem-sistem ini secara efektif untuk memastikan kelancaran proses pengelolaan arsip.
  3. Kemampuan teknis: Seorang Archivist harus memiliki pemahaman yang baik tentang teknologi yang digunakan dalam pengelolaan arsip, termasuk perangkat lunak manajemen arsip, pemindai, dan perangkat keras lainnya yang digunakan dalam pemeliharaan, pengarsipan, dan pengindeksan arsip. Mereka juga harus memahami keamanan teknis dan privasi data yang terkait dengan pengelolaan arsip elektronik.
  4. Pengertian tentang kebijakan dan peraturan: Seorang Archivist harus memiliki pemahaman yang baik tentang kebijakan dan peraturan yang terkait dengan pengelolaan arsip, termasuk undang-undang perlindungan data dan hak cipta. Mereka harus bisa menerapkan kebijakan dan prosedur yang sesuai untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan-aturan ini.
  5. Pemahaman tentang sejarah dan konteks sosial: Seorang Archivist harus memiliki pengetahuan yang baik tentang sejarah dan konteks sosial di mana arsip tersebut dihasilkan. Mereka harus bisa menghubungkan arsip dengan konteks sosialnya, memahami nilai dan signifikansinya, serta mampu menginterpretasikan arsip-arsip tersebut dengan benar.

Pengetahuan inilah yang akan membantu seorang Archivist dalam menjalankan tugasnya dengan baik, yaitu mengelola, memelihara, dan menyusun arsip dengan rapi, mudah diakses, serta mematuhi aturan dan kebijakan yang berlaku.

Pendidikan dan Pelatihan

Apa pendidikan dan/atau pelatihan untuk menjadi seorang Archivist (Arsiparis)?

Seorang Archivist (Arsiparis) sebaiknya memiliki pendidikan dan pelatihan yang spesifik dalam bidang arsip. Berikut adalah beberapa pendidikan dan pelatihan yang direkomendasikan:

  1. Gelar sarjana atau diploma dalam Ilmu Kearsipan: Seorang Archivist biasanya membutuhkan gelar sarjana atau diploma dalam ilmu kearsipan. Program-program ini akan memberikan pengetahuan dasar tentang manajemen arsip, pengorganisasian, pemeliharaan, dan pemulihan arsip.
  2. Sertifikasi Kearsipan: Sertifikasi khusus dalam bidang kearsipan dapat menjadi tambahan yang berharga bagi seorang Archivist. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa seseorang telah memenuhi standar tertentu dalam praktik kearsipan.
  3. Pelatihan dalam teknologi informasi: Kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi dan sistem manajemen arsip digital menjadi penting dalam era digital ini. Pelatihan dalam penggunaan perangkat lunak arsip digital, database, dan sistem manajemen informasi dapat meningkatkan keterampilan seorang Archivist dalam mengelola arsip secara efektif.
  4. Pengetahuan tentang hukum dan etika arsip: Seorang Archivist juga harus memiliki pengetahuan tentang hukum dan etika yang terkait dengan pengelolaan, pengaksesan, dan pemeliharaan arsip. Pengetahuan ini akan membantu mereka dalam menjaga kerahasiaan, integritas, dan aksesibilitas arsip dengan tepat.
  5. Keterampilan analitis dan pemecahan masalah: Seorang Archivist harus memiliki keterampilan analitis yang baik dan kemampuan untuk memecahkan masalah terkait dengan pemeliharaan dan pemulihan arsip. Mereka harus mampu melakukan analisis arsip untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah seperti kerusakan arsip, hilangnya arsip, atau tumpang tindih data.
  6. Keterampilan komunikasi dan kerja sama: Seorang Archivist harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik, baik secara lisan maupun tertulis, untuk berinteraksi dengan pihak lain, seperti kolektor arsip, peneliti, atau kolega. Kemampuan untuk bekerja secara efektif dalam tim juga sangat penting dalam lingkungan kerja yang melibatkan kolaborasi dengan orang lain dalam pengelolaan arsip.

Keahlian dan pengetahuan dalam aspek-aspek di atas akan membantu seorang Archivist dalam menjalankan tugas-tugas mereka dengan efektif dan menjaga integritas arsip. Pendidikan dan pelatihan yang berkualitas juga dapat membantu dalam mengembangkan karir dan meningkatkan profesionalisme seorang Archivist.

Minat dan Bakat

Seseorang dengan minat apa yang cocok menjadi Archivist (Arsiparis)?

Pekerja yang cocok bekerja sebagai Archivist (Arsiparis) umumnya memiliki minat dan karakteristik berikut:

  1. Ketertarikan pada Sejarah dan Budaya: Sebagai Archivist, pekerja ini akan terlibat dalam pelestarian dan pemeliharaan dokumen dan bahan bersejarah. Oleh karena itu, mereka harus memiliki ketertarikan yang kuat terhadap sejarah, budaya, dan warisan manusia.
  2. Keterampilan Organisasi: Sebagai Archivist, pekerja ini bertanggung jawab untuk mengelola dan mengatur koleksi arsip. Mereka harus memiliki keterampilan organisasi yang baik sehingga dapat dengan mudah menemukan dan mengakses dokumen yang diminta.
  3. Ketelitian dan Keakuratan: Ketelitian dan keakuratan sangat penting dalam pekerjaan sebagai Archivist. Pekerja ini harus memeriksa dan memvalidasi setiap dokumen yang diarsipkan untuk memastikan kebenaran dan ketepatannya.
  4. Keterampilan Komunikasi: Archivist sering bekerja dengan pengunjung atau peneliti yang membutuhkan akses ke arsip. Oleh karena itu, pekerja ini harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik untuk membantu orang lain menemukan dan menggunakan koleksi arsip dengan efektif.
  5. Kreativitas: Walaupun pekerjaan Archivist bersifat teknis, kreativitas juga penting dalam hal mencari solusi yang inovatif untuk mengatasi tantangan yang mungkin timbul dalam pekerjaan mereka, seperti pemulihan dokumen yang rusak atau peningkatan sistem arsip digital.
  6. Minat pada Teknologi Informasi: Saat ini, arsip sering kali disimpan secara digital. Oleh karena itu, keahlian dan minat dalam teknologi informasi, termasuk sistem penyimpanan data dan perangkat lunak arsip, akan sangat bermanfaat bagi seorang Archivist.
  7. Disiplin dan Ketekunan: Menjaga kesinambungan dalam mengelola arsip membutuhkan disiplin dan ketekunan tinggi. Archivist harus mampu bekerja secara teratur dan konsisten untuk memastikan keselamatan dan ketersediaan dokumen dan bahan bersejarah.

Pekerja dengan minat seperti di atas akan cocok bekerja sebagai Archivist karena pekerja ini akan menemukan pekerjaan mereka bermanfaat, memenuhi minat mereka dalam sejarah dan budaya, serta memiliki keterampilan dan karakteristik yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan dalam mengelola dan memelihara arsip.

Karir dan Peluang Kerja

Bagaimana karir dan peluang kerja sebagai Archivist (Arsiparis)?

Sebagai seorang Archivist (Arsiparis), Anda akan memiliki berbagai peluang kerja dan kesempatan karir yang menarik. Berikut adalah beberapa informasi mengenai karir dan peluang kerja sebagai Archivist:

  1. Di museum dan perpustakaan: Sebagai Archivist, Anda dapat bekerja di museum dan perpustakaan untuk mengelola dan menjaga koleksi arsip dan dokumentasi. Anda akan bertanggung jawab untuk mengatur, mendokumentasikan dan melestarikan bahan-bahan bersejarah yang berharga, seperti surat, gambar, rekaman audio, film, dan objek artefak lainnya. Selain itu, Anda juga akan melakukan penelitian dan membantu dalam pameran dan acara khusus.
  2. Di institusi pendidikan: Universitas, perguruan tinggi, dan sekolah-sekolah memiliki kebutuhan akan Arsiparis untuk mengelola arsip administrasi, arsip sejarah, dan koleksi khusus mereka. Anda akan membantu dalam pengorganisasian, pemeliharaan, dan penyediaan akses kepada dokumen dan materi yang berhubungan dengan institusi tersebut. Anda juga dapat memberikan dukungan kepada para peneliti dan mahasiswa dalam menavigasi dan menganalisis koleksi arsip.
  3. Di perusahaan dan organisasi: Perusahaan besar dan organisasi dengan kegiatan intensif dokumentasi juga membutuhkan tenaga Archivist untuk mengatur, mengelola, dan memelihara arsip mereka. Anda akan membantu perusahaan dalam mengorganisasi dokumen dan rekaman penting, serta memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan terkait pengelolaan arsip.
  4. Di lembaga pemerintah: Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, memiliki arsip yang meliputi kebijakan, keputusan, dan catatan sejarah. Sebagai Archivist di lembaga pemerintah, Anda akan mengelola dan menjaga arsip-arsip ini untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan yang baik.
  5. Sebagai konsultan atau penasehat: Seiring dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, seorang Archivist juga dapat bekerja sebagai konsultan atau penasehat dalam bidang pengelolaan arsip. Anda dapat memberikan saran dan bimbingan kepada organisasi atau individu yang membutuhkan bantuan dalam mengatur dan menjaga arsip mereka dengan baik.

Peluang karir sebagai Archivist cenderung baik, terutama dengan meningkatnya pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan arsip yang akurat dan teratur. Permintaan akan tenaga ahli dalam bidang ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan untuk mempertahankan dan mengakses informasi bersejarah yang berharga.

Demikianlah beberapa informasi mengenai karir dan peluang kerja sebagai Archivist. Semoga bermanfaat bagi Anda yang berminat dalam bidang ini.

©2023 PilihMana.Com

Log in with your credentials

Forgot your details?